Archive for October 6, 2006
NyaRis SaJa
Kamis,28 sept ’06
Pagi itu cuaca biasa saja, sedikit berkabut krn kebakaran hutan musim kemarau.
Ngajar seperti biasa sampe jam 12. Jam 18.00 ada kelas lagi, lama banget breaknya,
membosankan. Mending pulang ke rumah ah.. mo nonton prince frog. dubrak… ^^’
Lagi seru2nya nih. Si Tang O dah mulai inget dengan Ye Tien Yi, dan berharap bisa kembali lagi, dan chie cen mo balas dendam. Halah! kok malah cerita prince frog sech..:D
Sampe rumah tidur bentar, mandi, solat, en ganti kostum ibu guru
trus duduk manis di depan TV
. Jreng…. acara yg dinanti pun di mulai
.
Jam 5 teng, cabut dari rumah, dianter ma nopi ke depan komplek, ojek pribadi hehe ^_^
Berdiri dipinggir jalan (masa di tengah sech.. gila apa) sambil nungguin bus jurusan perumnas or Km 12. Ga sampe semenit, bus yg dinanti pun tiba. Didalam bus sepi penumpang hanya ada satu orang lelaki yg duduk di kursi belakang. Umurnya sekitar 25 – 30 thn. Dan aku pun memilih kursi didepannya tanpa curiga. Jarak kami hanya terpisah sebaris. Tiba di banten, mulai naik 1 orang penumpang perempuan, kemudian di UMP naik lagi 2 orang. Bus pun melaju santai, walau hanya ditumpangi oleh 4 orang perempuan dan seoran laki-laki.
Disimpang lampu merah pamor bus terus melaju, krn jalanan sepi sore itu. Bulan puasa banyak yg betah di rumah.
Tiba-tiba, dari arah belakang terdengar suara Laki-laki dengan nada mengancam “Mano Hp, mano Hp” katanya, tepat dibelakangku (peterpan banget ;p). Dan terdengar suara perempuan yg kaget dan sepertinya latah menirukan perkataan si lelaki. Sejenak aku pun kaget, namun kupikir itu hanya main2. Tapi sepersekian detik kemudian aku tersentak, jangan-jangan….
Refleks kutolehkan kepala ke belakang, dan kulihat laki-laki tadi memegang sebilah besi dan mengarahkannya ke leher cewek yg duduk tepat dibelakangku. Refleks aku berdiri, dan ternyata 2 penumpang lainnya sdh lebih dahulu berdiri dan menghentikan bus. AKu pun segera turun mengikuti mereka. Dan kami pun terdampar di simpang jalan, tepatnya di pamor.
Tertegun sejenak, sambil berpikir apa yg harus dilakukan. Tiba-tiba bus itu berhenti lagi dan laki-laki dari pun turun tak jauh dari kami. Panik kami langsung menyeberang jalan menjauhi lelaki tersebut, tp ternyata ia menyebrang ke arah yang sama. Menyadari hal itu, kami pun berbalik menyebrang lg ke arah yg berlawanan. dan terus berjalan menuju pangkal jembatan ampera.
Shock, takut dan panik jadi satu. Pokoknya yang penting menjauh dulu. Begitu dirasa kami sdh cukup jauh berjalan, kami pun berhenti dan menoleh ke belakang, ke arah dimana lelaki tersebut terakhir berdiri. Dan sepertinya dia sudah menghilang, dibalik ruko yang berdiri membelakangi rumah penduduk.
Bingung antara mau meneruskan perjalanan atau pulang saja. Akhirnya kuputuskan untuk
meneruskan perjalanan, krn sdh tanggung. Kami pun menunggu bus yg tepat. Dan aku memilih kursi dibelakang pak sopir, yang kupikir relatif lebih aman.
Sepanjang perjalanan aku terus berdoa, berfikir dan mengawasi gerak-gerik orang disekitarku. Aku menjadi lebih waspada.
Benar2 pengalaman yang mengerikan, Alhamdulillah Allah masih menyelamatkanku, tapi kasian perempuan tadi. Bagaimana nasibnya? Hanya Allah yang tau. Semoga dia tidak apa2.
I Wish I Could Fly
i wish i could fly and reach the sky
leave the sorrows far behind
no more tears no more fears
all i see is a nice blue sky
and the rainbow give me smile